Kondisi perang antara kelompok ditengah PANDEMIK COVID-19 seakan tidak menyurutkan langkah kedua belah pihak seakan ini seperti hari biasa. Suasana makin mencekam ketika kedua kelompok tersebut saling balas serangan dengan batu yang bertubi-tubi, dan Seng sebagai alat pertahanan untuk menamengi diri.
"Peperangan dipicu dari seorang yang berinisial ED ketika diburu oleh satuan pamong praja dan menganggap hal tersebut sebagai bagian dari ulah anak anak Kumala dua", Tegas Dg Emba selaku Rt dikelurahan Jongaya.
Pihak berwajib dalam hal ini Babinsa dan Binmas kecamatan Tamalate, kelurahan Jongaya turun tangan dalam meredam peperangan antara kelompok tersebut sehingga menyurutkan aksi saling balas. Dari Malam Rabu 15 sampai 16 April 2020 perang ini berlangsung dan memakan korban luka panah dan kerusakan pada rumah warga sekitar akibat batu dan alat perang.
[MDS]