![]() |
| Didit Fachri Rifai, SE, MM. |
Mengenai manajemen Hotel Sistem (ANO) seperti Oyo, Reddorz, Airy, Zen, dll. Sebagai salah satu model industri bisnis digital e-commerce yang banyak diminati belakangan ini, diketahui memiliki beberapa kelebihan selain efisiensi waktu, akses dan harga yang terjangkau, pemetaan positioning segmen pasarnya lebih terukur ketimbang model bisnis agen travel lainnya.
Namun sayangnya kalau saja situasi ini berlangsung lebih lama dari yang telah diprediksi (hingga juli) mungkin tidak hanya mengancam eksistensinya tetapi lebih berdampak pada kelangsungan hidupnya. Sebagaimana yang menjadi fokus pencegahan pemerintah saat ini dalam memutus rantai penyebaran virus covid19 dengan membuat keputusan PP No.21 Tahun 2020 yang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) yang wujudnya lebih ketat membatasi masyarakat keluar dari daerah domisili dari pada aturan yang sebatas himbauan beberapa waktu lalu.
Disisi lain fokus masyarakat saat ini sebagai pengguna jasa hotel lebih mengalihkan konsumsinya pada produk kebutuhan pokok, kebutuhan obat dan kesehatan, sehingga industri ini harus mengurangi jaringan produk hotelnya atau menurunkan biaya untuk sementara waktu.
Perubahan kondisi lingkungan yang berimbas pada perekonomian global seperti ini biasa disebut dengan istilah The Black Swan of 2020 oleh karena itu, sebaiknya perusahaan bisa lebih dinamis terhadap perubahan kondisi lingkungan sekarang ini serta pola permintaan masyarakat, sebagai contoh General Motors (GE) produsen otomotif asal Amerika yang tengah fokus memproduksi ventilators, Foxconn produsen manufaktur iphone asal China yang memproduksi masker dan kedepan mungkin akan banyak lagi perusahaan yang beralih dalam memproduksi produk baru. Disinilah peran manajer dituntut dalam merespon perubahan lingkungan termasuk industri dibidang jasa dalam melakukan terobosan inovasi yang akan dinantikan masyarakat.
[mds/red]
