Polda Sulsel Melakukan Sidang disiplin 12 Polisi Penembakan Warga Barukang

https://www.channelindependenpost.eu.org. MAKASSAR - Kepolisian Daerah Polda Sulsel melakukan sidang disiplin terkait terhadap 12 polisi dalam penembakan warga di Jalan Barukang, Kelurahan Pattingaloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Kamis (24/9/2020). 

Dimana dalam Insiden penembakan yang menewaskan satu pemuda bernama Anjasmara (23) dan melukai dua warga yaitu Amal Ma'ruf (19) dan Ikbal (22).

Kabid Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Kurniawan membenarkan adanya sidang disiplin bagi anggota Polda Sulsel terkait kasus penembakan Barukang.  

"Iya tadi sudah saya hadirkan (Sidang), kalau soal datanya nanti (nama personil) nanti hubungi Kabid Humas," ucapnya, Kamis (24/9/2020). 

Kata dia, dalam sidang disiplin tersebut, turut dihadirkan Kepala Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Makassar.  

"Iya ada, datanya nanti sama Kabid Humas, dia nanti yang rilis," tuturnya.  

Terkait dihadirkannya Kasat Reskrim Polres Pelabuhan tersebut, Agoeng menjelaskan bahwa dirinya turut diduga turut melakukan pelanggaran. 

"Dia (Kasat Reksrim) sebagai terduga pelanggar," tutupnya.  

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) melalui Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Sulsel menyebutkan telah melakukan pemeriksaan sebanyak 20 saksi dalam mengusut penembakan brutal oknum Polisi di Jalan Barukang Makassar.  

Hal ini diungkapkan oleh, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan sejauh ini pihaknya saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dilapangan.  

"Sejauh ini sudah 16 personil kita periksa dan 4 masyarakat," ucapnya. Rabu (2/9). 

Kata dia, pihaknya hingga sejauh ini masih melakukan pendalaman terhadap fakta - fakta saat kejadian tersebut.  

"Kita akan dalami terus fakta - faktanya," tuturnya. 

Lebih lanjut, Ibrahim menyebutkan, senjata yang digunakan oleh anggota yang berada di lokasi, saat ini telah diamankan dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh Bidang Propam Polda Sulsel.k

"Senjata tersebut sudah diamankan propam, nah nantinya kita akan cek, karna dalam setiap prosedur penembakan itu harus jelas dari jenis senjata mana yang melakukan penembakan dan siapa yang mempunyai senjata organik tersebut," tuturnya. 

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, 2 dari 3 korban dalam pengaruh narkoba.

"Dari pemeriksaan kesehatan 2 orang dinyatakan dalam pengaruh narkoba," tutupnya.  (RUD)
Previous Post Next Post