Cip. MAKASSAR - Kepolisian Resort Kota Besar Makassar menduga pelaku pembakaran dan pengrusakan terhadap Pos Lalu Lintas yang berada di Jalan Andi Pettarani Makassar berjumlah 1 orang.
Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang berada dilokasi tersebut serta para petugas Kepolisian serta masyarakat sipil.
"Dari hasil informasi dan olah TKP diduga ada 1 orang berdasarkan hasil rekaman cctv, tidak menutup kemungkinan saat perkembangan lebih dari 1 orang," ucap Kapolrestabes Kota Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana saat ditemui awak media di Mapolresrabes Makassar, Selasa (15/12/2020).
Kata dia, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 4 orang masyarakat sipil serta 2 personil Kepolisian yang bertugas saat aksi pembakaran dan pengrusakan Pos lantas tersebut.
"2 saksi anggota dan 4 masyarakat sipil yang sudah kita periksa, Dari olah TKP ada sidik jari dan sidik jari ada 1 orang," tuturnya.
Lebih lanjut, Mantan Direktur Inteligen dan Keamanan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan itu menyebutkan dirinya menduga pelaku pengrusakan dan pembakaran Pos yang terletak digowa dan Makassar merupakan pelaku yang sama.
"Ada kesamaan pelaku di Gowa dan Kota Makassar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi saksi, menelusuri jejak digital. Mudah mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap," sebut Wisnu Urip Laksana.
Dirinya menambahkan, Kasus pembakaran disertai pengrusakan pos Lalu lintas Polisi yang berada di wilayah Gowa dan Makassar bukan aksi teror melainkan guna menganggu keamanan.
"Ini Bukan teror tapi upaya untuk mengganggu keamanan di Kota Makassar dilakukan oleh orang tidak dikenal dengan melakukan pembakaran dan pengrusakan terhadap Pos lantas yang berada dijalan Andi Pettarani dan saat ini masih kita selidiki," pungkasnya.
Sebelumnya, Teror Bom Molotov terhadap Pos jaga kepolisian kembali terjadi di wilayah Sulawesi Selatan. kali ini Pos Lalu Lintas di Jalan AP Pettarani - Urip Sumaharjo jadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK), Minggu (13/12) dini hari.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus membenarkan akan kejadian teror Bom Molotov tersebut.
Menurut laporan yang diterimanya, kondisi itu berlangsung pada pukul 04.30 Wita dini hari tadi.
"Kebetulan ada dua anggota yang tengah bertugas di dalam dan mendengar pecahan kaca dari arah depan. Kejadiannya cepat. Ada banner pos lantas yang terbakar ada bekas terbakar di dinding juga," kata Supriady.
Dia mengatakan pihaknya juga menemukan sebuah kertas bertuliskan ancaman terhadap Korps Bhayangkara. "Kata-kata tidak pantas lah kepada polisi, makian begitu. Sementara sudah kita lakukan penyelidikan," papar Edhy, sapaan akrabnya.
Beruntung kata Edhy tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dua orang anggota masing-masing Aipda Lendra dan Briptu Rezki, Personel Satlantas Polrestabes Makassar tidak mengalami luka apapun.
"Pelaku sudah diidentifikasi. Sementara dalam lidik, kita kejar. Kami juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara tadi pagi. Semua keterangan kita kumpulkan. Semoga bisa segera terungkap," jelasnya.
Diketahui sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi, tepatnya di Pos Polisi Lalu Lintas Polsek Mariso di Jalan Dr Sam Ratulangi, Kota Makassar. Aksi teror berupa vandalisme, selebaran ancaman juga ditemukan kala itu.
Namun hingga kini, dua orang pria menggunakan sepeda motor trail, berpenutup wajah yang diduga pelaku belum juga tertangkap. (RUD)
