CHANNEL INDEPENDEN POST - MEWARTAKAN TANPA SEKAT - CHANNEL INDEPENDEN POST “ MEWARTAKAN TANPA SEKAT.” JEBAKAN HUTANG

JEBAKAN HUTANG


Pagi pagi dapat pertanyaan yang diajukan ke saya : , bagaimana mendapatkan kembali timor timur balik  masuk dalam payung Indonesia?

Ok, saya seneng pertanyaan seperti ini. pasti saya jawab dan urai. Tapi ngak ada niatan mau pamer dengan penguasa sekarang dengan mengatakan tuh saya punya grand plan, kamu ngak dong? Yang pasti di jawab olehnya, kamu punya boleh-boleh saja, tetapi ngak ada rakyat yang percaya sonbtoloyo. Rakyat tetap pilih saya. itu artinya saya lebih benar.

Ya gapapa juga sih, namanya juga orang yang punya pengaruh dan dapat mandate rakyat sementara kita pemimpi dan boro-boro dapat kepercayaan, ada peluang aja tidak hahaha.

Begini cara “ambil” timor timur kembali. Pastinya tidak pakai jalur hard power seperti yang dilakukan Australia dengan Unamed PPB dulu, pancing konflik horizontal. Masuk “peace keeping” . lalu diadakan referendum. Mau lepas dari Indonesia atau “integration” bergabung dengan Indonesia.

Hasilnya 70% ingin “lepas” dari Indonesia lalu berdirilah timor leste. Ini peran Australia gede banget. 80% barang kali. Boss unamed nya Robert kingsley sekarang jadi penasehat pertahanan perdana menteri Australia. Jago geostrategic.

Timor timur salah satu prestasinya. Setelah itu sedot asset timor timur berupa cadangan Gas alam di celah timor yang berjumlah 10 triliun cubic feet. Biaya operasional ambil timor tersebut lewat. Untung besar Australia.

Strategi pengambilan timor timor tidak menimbulkan gejolak politik dan gejolak keamanan kawasan asean. Sama seperti cremia di ambil rusia baru-baru ini. Itu juga yang di skenariokan kalau pemerintah Indonesia tetap ngotot ganggu pendapatan mc moran Freeport, maka amerika pinjam tangan dengan menciptakan “konflik horizontal” di papua. Lalu peace keeping masuk dari PBB. Kemudian referendum. Mau merdeka atau tetap dengan Indonesia. Wuuii, pasti merdeka lah!. Untung saja ternyata ambil saham freeport ngak membuat mc moran rugi. Indonesia yang malah bisa rugi, jadi aja skenario caplok papua ngak jadi.

Saya juga heran dengan ide ambil saham Freeport. Kenapa ngak naikin “pendapatan” Negara dengan cara lain. kenapa tidak bagi hasil di finish produknya. Minta bagian dari emasnya, jadi kita indonesia bisa printing money – cetak duit. Ah sudah lah, ide saya yang pasti geblek dan sontoloyo pasti ngak akan ada yang percaya. 

Tapi apakah nyerah memberikan ide ke negara? Ya ngak lah.
Kita balik ambil timor leste saja.

Pertama, kita mengatakan kepada Timor Leste – TL kamu buat proyek – project creation dan ini ada UANG NYA ADA.

Setelah proyek di ciptakam , kita Indonesia menyiapkan pendanaan, pakai pinjaman tentunya. Kita harus untung dari “cost of fund”. Jangan terlalu tinggi nanti mencekik, jangan terlalu rendah nanti timor leste profit. Bikin tomor leste Jangan hidup tapi jangan mati, itu prinsipnya.

Lalu proyek ini haru dapat “souverign guarantee” atau jaminan Negara. Jangan B2B business to business ngak bisa ngiket APBN timor timur.boleh semi souverign guarantee yaitu pakai BUMN timor. Karena BUMN khan punya Negara, kalau default gagal bayar ambil jaminan negaranya. Pokoknya jangan swasta timor timor saja yang punya proyek.

Jadi pihak Indonesia akan menyiapkan pinjaman, permesinan, tenaga kerja, construksi, operation dan maintenance, pastinya profit harus pihak Indonesia dulu yang ambil. Proyek harus di “stretch” di tarik panjang. Harus multiple years. Bikin sampai 20 tahun kalau perlu pengembaliannya. Jangan 5 tahunan balik modal , supaya l timor lestenya ke kunci terus.

Jadi begitu proyek jalan, maka timor leste akan mulai kita ambil uangnya. Pertama bunga pinjaman, kedua pokok pinjaman, ketiga profitnya, ke empat biaya rutin perbaikan dan pemeliharaan, ke lima tenaga kerja operasional, ke enam jangan lupa asuransinya harus asuransi Indonesia, pokoknya sampai “residual derivative” barang sisa kecil-kecil ambilin.

Timor timur hanya “pemanfaat” jalanan. Misalnya dengan membangun jalan tol, industry disana seperti pariwisata maju ngak apa-apa, pokoknya jangan di proyek yang kita bangun mereka dapat untungnya. Kita tahu semua bahwa membangun in

frastrukur lama hasilnya.  Itu penting!!

Timor leste harus bangun sarana dulu kira-kira tahun ke 4-5 baru jalan, kita nikmati lah 5 tahun awal setelah itu, juga ketika sudah jalan kita lebih menikmati tetapi kalau tidak jalan atau proyek itu merugi nah ini enak, kita “ngambilnya”. enak karena kita sudah balik modal  dalam 5 tahun. 

Proyek di bikin nyicil multi year sampai 20 tahun kalau perlu itu timor timur nyicilnya

Project creation tersebut kita ide khan terus ke timor timur sebanyak banyaknya sampai yang ngak perlu-perlu , seperti punya 2 bandara internasional, bangun terminal, bangun 3 pelabuhan, bangun jembatan ke daerah yang sepi penduduk kalau perlu.

Pindahin ibukota nya juga.  Bawa pejabatnya lihat LRT dan MRT di Indonesia biar terpukau, lihatkan pabrik penghasil gerbong kereta kita. Buat rel kereta keliling timor leste, semua di bangun saja.

Dan itu versi pertama untuk pasang kaki dan ada versi kedua membuat lebih cepat lagi kuku Indonesia menancap di timor leste. Lebih dahsyat lagi strateginya. Minat untuk tahu? Sebenarnya ngak usah di kasih tahu pasti tahu. Kita coba merenung apa yang terjadi di Indonesia.

Heh, hayo fokus ke video ini, jangan ngebayangin yang ngak-ngak . itu pikiran jangan pikir kearah, “kok kayak Indonesia sekarang di jebak china!!”. NGAWUR kowe, ngak. Indonesia tidak kemakan dengan china. Enak aja kamu ngomong begitu.

China berusaha melakukan apa yang akan kita lakukan di timor timur tetapi ngak terlalu berhasil. Jago pejabat kita tidak terkecoh  china, jago banget. Salut saya.

Coba kalau saya jadi pemimpinnya, pasti kepeleset keperangkap jebakan china. Sudahlah karena itu jangan pilih mardigu, biar dia urus anak yatim saja

.#peace/BossMar/BossDarling.

www.independenpos.ga, Makassar. (16/11/2019),
Previous Post Next Post