independenpos, Makasssar. Pemindahan ibukota ke Penajam Kaltim menurut saya hanya propaganda!!! ini benar menurut saya ! Sulit akan jadi kenyataan selama cara berfikir kalau kita membangun kita harus perlu dolar!!! Cara melihat lain dari cara berfikir pejabat, membangun tanpa dolar itu tidak mungkin. Karena itu saat ini pejabat pada pontang panting cari dolar untuk membangun walau dari manapun.!
Infrastruktur lanjutan perlu dolar, memindahkan ibukota perlu dolar. Itu otak pejabat.
Saya tidak mengerti mengapa cara berfikir orang pintar pintar itu dalam membangun indonesia itu harus ada dolar. Karena kita tidak punya rupiah. Apakah punya rupiah harus punya dolar dulu ? Begitu cara mikirnya wahai pejabat?
Segitu tidak percaya dirinya pejabat negara ini terhadap rupiah atau segitu naifnya saya ini sehingga tidak faham atas kedaulatan rupiah indonesia. Bahwa sesungguhnya indonesia tidak berdaulat atas rupiah. Pejabat negara indonesia itu pintar-pintar, jauh lebih mengerti dari kami yang hanya mampu menilai karena menganalisa kinerja mereka.
Walaupun indonesia SPENDING - nya rupiah, tetapi tetap harus ada dolar. Asli saya yang bodoh dan tidak sampai otaknya. Kalau saya dari dulu berfikir indonesia negara berdaulat yang punya rupiah maka INDONESIA SELALU PUNYA RUPIAH. Ternyata indonesia tidak punya rupiah saat ini, karena membangun perlu dolar. Perlu pinjam asing. Kok begitu ya jadinya. Kok bisa ya indonesia tidak punya rupiah?!!!
Kok bisa indonesia kekurangan rupiah? Kok bisa indonesia perlu dolar? Padahal yang di pakai rupiahnya spending nya? Pada akhirnya Indonesia sekarang cari ke negara yang punya reserve curency yang surplus terhadap dolar. Seperti singapura, Uni emirat arab, china pokoknya cari dolar. Pinjam atau suruh inves in mai kantri.
Karena dunia lagi kecangkan ikat pinggang semua, makanya negara luar tidak mau kasih pinjaman reserve, cadangan mereka bisa terganggu, indonesia bisa jadi tidak punya uang dolar pinjaman untuk membangun,. Apa buktinya? terlihat sekarang ekonomi dalam negeri semuanya “memelan”.
China tidak mau melepas cadangan dolarnya karena ada 4 hal yang china butuhkan untuk dolarnya, cadangan dolarnya, china masih butuh obat-obatan (medicine) , butuh makanan food , bahan baku ( raw material) dan terakhir, china butuh energi. Ke empatnya china perlu dolar untuk impor 4 jenis barang vital tersebut.
Arab tidak mau minyaknya di beli pakai yuan. Eropa obat obatan tidak mau di bayar pakai yuan, bahan baku mana mau di bayar pakai yuan. Dolar lah. Nanti dolar bisa buat beli kain di india misalnya. Kalau kita jual batubara bayar pakai yuan ke china, yuannya ngak laku di beli kain ke india karena india ngak ada direct dagang dengan china, kecil.
Intinya tetap dolar yang banyak ditahan oleh negara luar buat cadangan mereka. Jadi negeri +62 yang maha aneh harus ini harus dan perlu dolar untuk membangun, sekarang bingung. Padahal sudah ingatkan, jika ingin membangun print saja rupiah pakai jamianan proyek. Tapi lagi lagi tidak percaya. Sampai kapan Kondisi merawat negara seperti ini.
#peace
#MDS.
TANG:
Sorot
