CHANNEL INDEPENDEN POST - MEWARTAKAN TANPA SEKAT - CHANNEL INDEPENDEN POST “ MEWARTAKAN TANPA SEKAT.” Tiga Pelaku Pembunuhan Di Kampus UMI Makassar, Tim Jatanras Polrestabes berhasil mengamankan

Tiga Pelaku Pembunuhan Di Kampus UMI Makassar, Tim Jatanras Polrestabes berhasil mengamankan

tiga pelaku pembunuhan di Kampus UMI Makassar


independenpos, Makassar.Tidak perlu waktu lama anggota dari Tim Jatanras Polrestabes berhasil mengamankan ke tiga pelaku pembunuhan di Kampus UMI Makassar di berbagai tempat, dalam hitungan jam saja Tim Jatanras Polrestabes Makassar melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi di lapangan, dan anggota  mengetahui tempat persembunyian  terhadap ke tiga pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia di rumah sakit Ibu sina

Sehingga anggota Jatanras Polrestabes Makassar di pimpin Kasat Reskrim AKBP.Indratmoko, SIK melakukan penangkapan ke tiga pelaku pembunuhan terhadap korban AL masing-masing pelaku bernisial IR (20), SA (20) dan seorang diduga pelaku eksekutor berinisial MY alis Uci (19) di lokasi yang berbeda, "ketiga pelaku diamankan di berbagai tempat berbeda oleh Jatanras Polrestabes Makassar, lelaki IR dan SA diamankan di rumah kosnya di Kota Makassar sedangkan lelaki MY alias Ucil yang diduga kuat sebagai eksekutor diamankan pada hari rabu (13/11/2019) di tempat persembunyiannya di Kabupaten Barru”, Ucap Wakapolda Sulsel"

Lanjut penetapan ketiganya sebagai pelaku yang diketahui merupakan mahasiswa  fakultas teknik Industri UMI berawal dari petugas mengamankan sedikitnya 15 orang mahasiswa dari 15 orang mengerucut menjadi tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan salah satunya adalah sang eksekutor yang menikam menggunakan senjata tajam jenis badik terhadap korban AL pada bagian punggung hingga meregang nyawa". Lebih jauh Wakapolda sulsel menjelaskan, kami dari pihak kepolisian telah bicara dengan pihak rektor UMI untuk berupaya semaksimal mungkin bagaimana mencegah  secara kongkrit agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi terus menerus serta bagaimana caranya mahasiswa ini tidak berkelompok kelompok dan saling bersinggungan.

Oleh sebab itu kita buat konsep bersama pihak kampus dan melibatkan pemerintah daerah supaya tidak terjadi lagi penyerangan seperti ini, dan saya temui rektor dan kami melakukan langkah-langkah untuk bagai mana mencairkan bahwa mahasiswa UMI tidak lagi terkelompok -kelompok dan berkotak-kotak jangan membawa nama daerah pungkasnya.  

(RUD/Redip).
Previous Post Next Post