Program Danny-pomanto Mensejahterakan Masyrakat Kecil, disalah Gunakan Oknum Pengelola.


https://www.channelindependenpost.eu.org. Makassar - kanrerong Karebosi dalam hal sewa untuk para pedagang kaki lima bervariasi.

Menurut berinisial OM salah satu pedagang di Kanrerong mengutarakan Dalan hal sewa lapak bervariasi ada yang enam juta hingga delapan juta rupiah pertahunnya.

Bukan cuma sewa lapak yang mereka dibebankan namun kontribusi pembayaran kebersihan pun mereka dikenakan. Selasa 15/09/2020 Makassar

"Rancangan para pedagang kaki lima mendapatkan lapak secara gratis pada Program Pak Danipomanto itu tidak terlaksana lagi semenjak pergantian pengelola kata berinisial OM pedagang kaki lima Kanrerong Karebosi.

"Ibu Evi melalui via telepon nya menerangkan bahwa pada saat dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM) jumlah Lapak dikanrerong saat ini sekitar 220 unit"

Lanjut dan untuk pemungutan biaya tidak ada, karena belum ada retribusi di Kanrerong, kecuali parkir. Sesuai isi Perdanya itu gratis," jelas Evi via telepon.

Ia sempat menanyakan kepada pengguna pertama lapak, mengapa sampai ia tidak menggunakan lapaknya. 

"Alasannya mereka tidak punya biaya untuk jualan," ucap Evi.

Mengenai jika nantinya ditemukan bahwa pengelola yang justru menyewakan lapak di Kanre Rong, Evi dengan tegas katakan itu pelanggaran dan dirinya siap melaporkan langsung hal itu ke aparat penegak hukum untuk diproses karena telah bertentangan dengan Perda yang ada.

"Jadi pengelola dalam hal ini UPTD harusnya tidak ikut campur tangan soal itu. Kecuali teruntuk pemanfaatan lapak diantaranya mengatur tentang makanan jenis apa yang hendak dijual di lapak tersebut," Evi menandaskan.

Terpisah Direktur PUKAD menerangkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sifat yang sabar dan beritikad baik memberikan pemahaman bagi masyrakat khusunya pedagang kaki lima yang berada dikanrerong ucap Direktur PUKAD Farid Mamma. (RGM)
Previous Post Next Post