https://www.channelindependenpost.eu.org. Makassar- Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (PUKAT) Sulsel bakal menyurati Bareskrim sebagai sikap merespon mandeknya penyelidikan kasus dugaan korupsi kegiatan workshop, seminar, pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar (Dispora Makassar) tahun 2018 ditangan Polrestabes Makassar.
"Pekan ini segera saya bersurat ke Bareskrim," tegas Direktur PUKAT Sulsel, Farid Mamma, Senin (5/10/2020).
Ia juga berjanji akan mengawal penanganan kasus dugaan korupsi di lingkup Dispora Makassar tersebut hingga menemui kepastian hukum.
"Pembuktian kasus ini sangat mudah sebenarnya jika penegak hukum betul-betul ingin serius menuntaskannya. Satu diantaranya kan bisa diecek fisik kegiatannya yang diduga fiktif tersebut," terang Farid.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sulsel juga diminta turut membantu dan transparan dalam menyampaikan hasil audit laporan pertanggungjawaban kegiatan anggaran pada Dispora tahun 2018 kala itu.
"Jadi selain Inspektorat, BPK setahu kami juga punya tupoksi mengaudit kegiatan anggaran. Termasuk kegiatan penggunaan anggaran tahun 2018 di Dispora Makassar kala itu. Coba buka hasil audit tersebut biar semua jadi jelas," ungkap Farid.
Sebelumnya diberitakan hingga memasuki 6 bulan, penyelidikan kasus dugaan korupsi kegiatan workshop, seminar, pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar (Dispora Makassar) tahun 2018 dikabarkan mandek.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Kompol Agus Khaerul mengatakan penyelidikan belum berjalan karena pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat Makassar.
"Sampai sekarang itu belum ada," ucap Agus via telepon, Rabu 26 Agustus 2020.
Polda Sulsel Turunkan Tim
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel sebelumnya berencana menurunkan tim ke Polrestabes Makassar guna mengecek perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar tahun anggaran 2018.
"Nanti kita cek sudah sejauh mana kasus itu ditangani," kata Kombes Pol Augustinus Berlianto yang saat itu masih menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel.
Jika dari hasil pengecekan tim nantinya, kata dia, ditemukan betul penyelidikan kasusnya tak ada progres atau tidak berjalan, maka pihaknya akan menarik kasus tersebut untuk digelar di Polda Sulsel.
"Itu tentu akan kita gelarkan," jelas Augustinus.
Diketahui, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Makassar diam-diam menyelidiki dugaan korupsi pada kegiatan workshop, seminar dan pelatihan pada bidang pengembangan pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar.
Kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut diketahui menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota
Makassar Tahun Anggaran 2018.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polrestabes Makassar, AKBP Asep Marsel Suherman kala itu membenarkan adanya penyelidikan terkait dugaan korupsi pada kegiatan di lingkup Dispora Makassar tersebut.
"Benar Sat Reskrim Restabes Makassar sedang menyelidiki itu," kata Asep via pesan singkat, Rabu 26 Februari 2020.
Meski demikian, ia belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait penyelidikan terhadap kegiatan yang diduga telah merugikan negara miliaran rupiah tersebut.
"Masih lidik dan saat ini penanganannya masih dilaksanakan oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP)," tutur Asep.
Pada tahun anggaran 2018, Dispora Makassar melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan pelatihan dasar bela negara bagi pemuda lorong senilai Rp300 juta, diskusi perubahan pola pikir pemuda anak lorong dalam menyambut Makassar menuju kota dunia senilai Rp200 juta dan pelatihan pengembangan karakter bagi pemuda senilai Rp250 juta.
Kemudian, ad