https://www.channelindependenpost.eu.org. Palu - Pemukulan seorang sopir mobil pickup asal Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) oleh oknum Satpol-PP di perbatasan Watusampu Kota Palu menjadi viral di sosial media (Facebook).
Supir berinisial F (20) yang membawa hasil pertanian (Buah Jeruk), diduga telah menjadi korban pemukulan oknum Satpol PP di perbatasan masuk Kota Palu karena tak membawa dokumen dokumen kesehatan sebagai persyaratan memasuki Kota Palu.
Namun, saat dikonfirmasi Senin (04/10/2020) PLT Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Trisno Yulianto DP mengatakan yang beredar tentang ada Satpol-PP melakukan kekerasan atau pemukulan terhadap sopir Watusampu tidak benar adanya.
"Pelaku perialanan tidak membawa dokumen tidak ada Rapid tes dan tidak ada semua."
Lalu petugas menyuruhnya untuk
balik Kanan, tetapi yang bersangkutan tidak balik kanan hanya duduk di dekat pos.
Namun salah satu pihak korban bernama Sake yang juga dikonfirmasi via telepon oleh wartawan Selasa (06/10/2020) pagi, mengatakan, bahwa pernyataan Plt
Kasatpol PP itu tidak benar.
la mengaku bahwa F telah menjadi
korban kekerasan yang dibuktikan dengan luka memar yang dialami korban.
"Awalnya F dipanggil oleh petugas setelah membuat postingan di Facebook."
Ketika ia telah masuk di dalam pos, oknum Satpol PP langsung melakukan pemukulan dibagikan kepala dan kaki korban juga sempat ditendang hingga berdarah, ujar Sake menyanggah pernyataan Plt Kasatpol PP Palu.
Tidak terima akan perlakuan petugas itu, Sake selaku pihak korban yang juga sebagai ketua komunitas mobil pickup GMT asal Mateng itu telah mencoba melakukan pelaporan atas tindak pemukulan oleh F yang juga merupakan anggota dari komunitas.
"Kami sudah mencoba melapor. Awalnya kami diarahkan ke Polres Palu,setibanya di Polres kami diarahkan ke Polda Sureng. Di Polda kami kembali diarahkan ke Satpol PP Palu. Dan di Satpol PP kami malah diajak untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan" kata Sake merasa dipinpong petugas.
Namun, pihak korban tidak menerima permintaan damai dari Satpol PP Palu. Sake mengaku jika tahap pelaporan ini masih dipersulit pihaknya bersama beberapa komunitas mobil pickup akan melakukan demo terkait masalah ini.
Red