CIP. MAKASSAR- Salah satu warga yang tak ingin disebut namanya berinisial RS (47) warga jalan Lembo kecamatan Tallo mengutarakan bahwa perang kelompok antara warga Layang dan Lembo sudah pernah terjadi sebelumnya.
Menurutnya sudah menjadi tradisi warga di sana, hingga generasi sekarang mengikuti jejak generasi dulu melakukan perang kelompok dan Tak pernah Jerah walau pernah di tangkapi oleh polisi.
"Perang kelompok ini pernah terhenti dan damai pada saat itu Irjen Polisi Yusuf Manggabarani menjabat Kapolda Sulsel dan damai beberapa tahun yang lalu. Jumat 18 Desember 2020 kota Makassar"
Berinisial RS sangat kesal di mana kedua warga tersebut kembali berselisih dan saling menyerang menggunakan ketapel lengkap dengan anak busur, batu dan petasan kembang api
Salah satu warga yang tak ingin disebut identitasnya berinisial RS dengan nada kesal saya la yang menjadi korban keberutalan mereka mobil pickupnya mengalami pecah kaca depan"
Berinisial RS dirinya tak sempat memasukkan ke gerasi mobilnya dikarenakan sedang memperbaiki jalan masuk untuk kendaraannya.
Saya sudah dua kali melapor ke Polsek 08 pada Selasa 08 Desember 2020 sekitar jam 02.30 Wita, menjelang sore perihal Mobil Pick upnya mengalami dugaan lemparan batu.
Dan di terimah salah satu anggota SPKT Bripka Arsad bahwa menurut korban berinisial RS saat itu berada dalam rumah dan kemudian sekelompok orang tak dikenal datang dan melakukan pelemparan rumah kata berinisial RS.
Kanit Reskrim Iptu Hakim menyatakan belum diketahui motif pemicu perang kelompok ini, dikarenakan langsung tiba-tiba keduanya saling menyerang dan mereka seolah-olah menganggap perang kelompok sebuah permainan.
Kapolsek Tallo sudah mengambil langkah-langkah yang tepat sudah mempertemukan RT RW dan sejumlah tokoh masyrakat dengan upaya dilakukan perdamian ke dua belapihak"
"Ironisnya kata Hakim setiap anggota Polsek Tallo datang ke dua kubu yang bertikai tersebut tidak di dapati melakukan peran kelompok dan setelah anggota meninggalkan tempat mereka muncul kembali dan lanjut perang lagi sehingga sulit dilakukan penangkapan"
Lanjut untuk menghindari kembalinya aksi peran kelompok tersebut menurut Kanit Reskrim Iptu. Hakim mengambil langkah-langkah efektif pengamanan dengan menugaskan anggota untuk berjaga-jaga di daerah konflik tersebut ucap Hakim. (RUD)
