CIP. Makassar- Tim gabungan Densus 88 menembak dua diduga teroris jaringan Ansharut Daulah (JAD) bernisial MR dan SA di Perumahan Villa Mutiara kecamatan Biringkanaya kota Makassar.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam mengatakan, 20 terduga teroris itu merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulsel. 20 terduga teroris itu dua di antaranya meninggal dunia yakni MR dan SA, satu inisial I masih menjalani perawatan RS Bhayangkara
Keduanya teroris yang meninggal merupakan mertua dan menantu.
“Adapun keterlibatan dari dua orang meninggal yang melakukan perlawanan tersebut Bahwa kedua tersangka dan jaringannya yang terpusat di villa mutiara merupakan jaringan JAD,” ujar Merdisyam saat konferensi pers di sekitar lokasi penangkapan, Rabu siang.
"Selain terlibat dalam peristiwa pengeboman di gereja katedral di Zolo, Filipina, 20 terduga teroris yang ditangkap itu merupakan bagian pendukung Khilafah yang berafiluasi dengan ISIS"
Sebelumnya diberitakan dua orang yang diduga teroris tewas saat ditangkap tim gabungan Densus 88 Mabes Polri bersama tim gegana Polda Sulsel dan aparat Polrestabes Makassar di Jalan Boulevard, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Rabu (6/1/2021) pagi.
Salah satu warga Perumahan Villa Mutiara yang bersebelahan Blok dengan pelaku tidak mendengar adanya keributan apa lagi suara tembakan
"Menurut warga berinisial CA Perumahan Villa Mutiara bahwa mengetahui kejadian ini pada saat pagi hari, adapun perilaku kehidupan sehari-hari pelaku dalam lingkungannya sangat baik kepada tetangga dan tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan bahwa pelaku jaringan teroris "kata warga berinisial CA"
Selanjutnya pelaku dalam mencari rejeki sering berganti-ganti dalam usaha bisnis mulai dari bisnis menjual Bubur ayam dan nasi kuning memakai motor Fu Kuda berkeliling hingga berganti usaha dengan menjual bensin botolan hingga memiliki pom bensin mini di rumahnya tutupnya.
(RUD)
