Kenapa Rusia Getol Serang Ukraina Bela Donetsk dan Luhansk...!!!

Kondisi Tentara Rusia Di Perbatasan

CIP - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk. Kedua wilayah ini merupakan zona kekuasaan separatis pro-Rusia di Ukraina.

"Saya percaya perlu untuk mengambil keputusan yang lama tertunda, untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk," ujar Putin, dikutip dari AFP.

Tindakan Putin ini menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia. Pemimpin AS, Joe Biden, menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan Minsk. Biden juga setuju aksi ini tak akan dibiarkan begitu saja, dikutip dari AFP.


Selain AS, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyatakan keputusan Rusia yang mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis ini merupakan pelanggaran terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Ukraina, pun juga tak sesuai dengan prinsip dari Piagam PBB

Meski menuai kecaman dari berbagai pihak, Putin tetap bersikeras memisahkan Donetsk dan Luhansk dari Ukraina.

Mengapa Rusia di bawah Putin begitu getol membela Donetsk dan Luhansk pisah dari Ukraina?

Menurut pengamat Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, Rusia ingin kedua wilayah ini merdeka karena penduduk di area tersebut mayoritas merupakan orang Rusia.

Sebagian warga Ukraina, terutama di Donetsk dan Luhansk memang lebih fasih berbicara bahasa Rusia. Mayoritas penduduk di dua wilayah itu pun lebih dekat dengan kultur budaya Rusia.

Hal ini kemudian yang membuat Putin sempat menegaskan bahwa penting untuk mengakui kemerdekaan kedua wilayah tersebut.

Selain itu, Rezasyah menyinggung kedekatan Ukraina dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebagai salah satu alasan Rusia mendukung kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

"Yang kedua adalah, Rusia tidak mau negara-negara eks Uni Soviet menjadi sekutunya NATO. Jadi peringatan keras dari Rusia ini bukan hanya berlaku untuk Ukraina tetapi buat negara lain yang eks Uni Soviet," lanjut Rezasyah saat diwawancara Oleh Media, Selasa (22/2).

Dari segi politik, pengakuan kemerdekaan Donetsk dan Luhansk ini merupakan cara bagi Rusia untuk menekan Ukraina agar tak bergabung dengan NATO.

Seperti diketahui, wacana Ukraina masuk ke dalam NATO cukup mencuat di media massa. Rusia khawatir masuknya Ukraina ke NATO bakal menimbulkan ancaman bagi Moskow. Rusia juga ingin menjaga Ukraina agar tetap berada di orbitnya

"Tapi yang dikhawatirkan oleh Rusia adalah, mereka memiliki perbatasan yang sangat panjang, puluhan kilometer, dan dikhawatirkan Ukraina akan menjadi front depan NATO untuk merusak Rusia," kata Rezasyah kepada Media, beberapa waktu lalu.

Pengamat Studi Rusia di Universitas Indonesia, Reynaldo De Archellie, menilai rakyat Donetsk dan Luhansk yang ingin melepaskan diri dari Ukraina. Salah satu alasannya karena penduduk di wilayah tersebut dinilai memiliki kedekatan secara kultural dengan Rusia.

"Mereka merasa secara kultur mereka lebih dekat dengan bangsa Rusia. Jadi bukan dengan Ukraina. Contohnya bahasa, bahasa di sana lebih dominan bahasa Rusia, karena wilayah timur Ukraina itu kan yang langsung menempel dengan Rusia. Secara geografis mereka menempe. Secara kultural mereka merasa lebih dekat," jelas Archellie kepada Media, Selasa (22/2).

Selain itu, Archellie menilai keinginan masyarakat Donetsk dan Luhansk ingin memerdekakan diri dan mendekati Rusia ialah karena mereka melihat Rusia bisa membuat hidup mereka lebih sejahtera.

"Rusia kaya. Masyarakatnya secara tidak langsung ikut menjadi sejahtera. Mereka bisa mengintervensi kebutuhan masyarakat, menyediakan banyak kebutuhan. Ini juga menjadi faktor pendorong mengapa banyak masyarakat di sekitar Rusia itu merasa lebih dekat dengan Rusia. Mereka melihat Rusia sebagai magnet baru untuk kesejahteraan," lanjut Archellie lagi.

Sementara itu, dua wilayah yang kini dikuasai separatis pro Rusia, Luhansk dan Donetsk, merupakan daerah yang cukup kaya akan sumber daya alam.

Mengutip Britannica, Luhansk berkembang dengan Cekungan Batubara Donets pada 1890-an. Industri yang ada di kota ini ialah pekerjaan lokomotif diesel besar. Kota ini juga menjadi tambang batu bara, peralatan tambang, suku cadang kendaraan bermotor, pun juga tabung besi.

Donetsk sendiri merupakan bagian dari wilayah Cekungan Donets atau Donbas yang kaya akan cadangan batu bara. Donbas merupakan penghasil besi dan baja tunggal terbesar di Ukraina dan merupakan salah satu kompleks metalurgi dan industri berat utama dunia.


(mds/pwn/bac)

Previous Post Next Post