CHANNEL INDEPENDEN POST - MEWARTAKAN TANPA SEKAT - CHANNEL INDEPENDEN POST “ MEWARTAKAN TANPA SEKAT.” Skandal Lapas Makassar: Kebobrokan Hukum dan Pembiaran Narkoba, Kepemimpinan Terkesan Tidak Berkutik!

Skandal Lapas Makassar: Kebobrokan Hukum dan Pembiaran Narkoba, Kepemimpinan Terkesan Tidak Berkutik!

 

Tampak Depan Lapas Kelas 1 Makassar 

MAKASSAR I SULSEL, CIP – Menghantui bayangan kegelapan, Lapas Kelas 1 Makassar menjadi sorotan dalam deretan peristiwa yang mengguncang kedamaian. Senin, 15/01/2024, menjadi saksi kehadiran ketidakberdayaan sistem hukum di hadapan aktivitas tak terkendali di dalamnya. Seorang warga binaan, Fery, yang sebelumnya mencuri sorotan dengan kasus penipuan online (Sobis), kini memunculkan benang merah terkait peredaran handphone di dalam penjara.


Setelah cerita Fery melejit di media sosial, kita dibawa ke hari Kamis, 23-11-2023, di area kunjungan Lapas Kelas 1 Makassar. Kalapas Teguh Pamuji memutuskan untuk mengakhiri tirani handphone dengan langkah tegas: pemusnahan 77 unit handphone berbagai merek senilai puluhan juta rupiah. Sebuah pertunjukan yang merangkum ketegangan dan keputusasaan, melibatkan sejumlah pegawai, warga binaan, keluarga yang datang menjenguk, dan mata-mata media yang mencermati setiap detik.


Namun, drama tak berhenti di sana. Peristiwa pemusnahan barang bukti menjadi teater hidup yang menggambarkan skala masifnya penggunaan handphone di dalam Lapas Kelas 1 Makassar sepanjang tahun 2023. Pertanyaan mendasar tentang keamanan dan integritas lembaga pemasyarakatan pun mulai berkobar-kobar.


Di tengah kekacauan, muncul kasus terbaru. Tri, seorang warga Hartako, ditangkap dalam kasus narkoba oleh Polda Sulsel di Jalan Hertasning. Cerita tragis melibatkan petunjuk Google Maps dan keterlibatan jaringan narkoba di dalam lapas. Tri dan keluarganya mengungkap keterlibatan Yudi, seorang tahanan lapas dan tetangga masa lalu mereka. Dialog mencekam melalui pesan Whatsapp mengungkapkan intrik dan permintaan agar kesaksian mereka sejalan untuk mengurangi hukuman.


Kalapas Teguh Pamuji dan Kakanwil Kemenkum HAM Sulsel Liberti Sitinjak, meski dihadapkan pada sorotan tajam, memilih untuk bungkam. Keheningan pemimpin-pemimpin ini menciptakan nuansa dramatis, menggiring pertanyaan-pertanyaan tentang integritas dan keberanian mereka dalam mengatasi masalah.


Farid Mamma,SH,MH., seorang aktivis hukum dari Pukat Sulsel, menyuarakan keprihatinan atas pembiaran terhadap komunikasi jaringan narkoba di Lapas Makassar. Namun, Kakanwil Kemenkum HAM Liberti Sitinjak tidak bersuara, meninggalkan dugaan akan pembiaran yang merajalela demi keuntungan.


Terlepas dari fakta-fakta mencengangkan yang terungkap, Farid menyoroti kelalaian sipir-sipir lapas yang tak kunjung mendapat respon tegas. Pemusnahan 77 unit handphone dan barang terlarang lainnya menjadi bukti nyata keabnormalan yang tak masuk akal di lingkungan yang seharusnya memiliki penjagaan ketat.


Dengan ketidakmampuan Kakanwil Kemenkum HAM Sulsel Liberti Sitinjak untuk mengambil langkah tindakan yang nyata, Farid menutup cerita ini dengan nada penuh kekecewaan, menyatakan bahwa tidak ada keberanian di tangan bawahan yang sangat memalukan bagi kepemimpinan yang gagal mempertahankan kehormatan dan keamanan di dalam Lapas Kelas 1 Makassar.


(Kim)

Previous Post Next Post