![]() |
| Korban Hipnotis Di Kota Makassar |
Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (06/04/2024) - Ketakutan merayap di tengah-tengah persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri di Kota Makassar, karena gelombang kejahatan hipnotis yang mengerikan menghantui warga. Dua kejadian tragis terjadi dalam waktu singkat, meninggalkan korban yang terluka secara emosional dan finansial.
Pada tanggal 3 Maret 2024, tepatnya jam 3.30 dini hari, Jalan Baji Minasa (Cendrawasih) depan komplek perwira, Makassar, menjadi saksi kejahatan yang menyedihkan. Seorang penjual buah-buahan yang berjuang mencari nafkah, menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan yang tak berperikemanusiaan. Dalam modus operandi yang keji, para pelaku memanfaatkan kedok bantuan dari pemerintah atau pemberian pakaian baru, hanya untuk menelanjangi korban secara memalukan.
Kerugian yang dialami korban tidak hanya berupa uang tunai senilai 3 juta rupiah dan emas seberat 3.5 gram, tetapi juga hilangnya rasa aman dan martabat diri. Wajah korban yang penuh rasa trauma menjadi gambaran nyata akan teror yang mereka alami. Sementara itu, ciri-ciri pelaku yang kabur masih menjadi misteri, memperumit upaya penegakan hukum.
Namun, tragedi itu tak berhenti di situ. Malam yang sama, di Jalan Bonto Duri, kejadian serupa kembali terulang dengan intensitas yang lebih mengerikan. Seorang warga menjadi korban hipnotis dan kehilangan uang senilai 50 juta rupiah. Tabungan seumur hidup yang digunakan untuk menyambut Hari Raya kini lenyap tanpa bekas, meninggalkan korban dalam keputusasaan dan ketakutan.
Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap tawaran atau bantuan yang datang dari orang asing. Laporkan segala kejadian mencurigakan kepada pihak berwenang untuk mencegah terulangnya tragedi serupa. Semoga para pelaku kejahatan ini segera ditangkap dan mendapatkan hukuman setimpal, serta korban-korban mendapat keadilan dan pemulihan yang layak.
(MDs)
