CHANNEL INDEPENDEN POST - MEWARTAKAN TANPA SEKAT - CHANNEL INDEPENDEN POST “ MEWARTAKAN TANPA SEKAT.” EPISODE BARU..! Ketika surat tugas sudah ada, kami akan memeriksa seluruh lapas

EPISODE BARU..! Ketika surat tugas sudah ada, kami akan memeriksa seluruh lapas

 

Farid Mamma, S.H., M.H

Makassar, Sulawesi Selatan - Suatu malam kelam, Trianto (31) menjadi korban dalam jaringan narkoba yang merenggut kehidupannya. Pada Jumat dini hari, pukul 01:00, di jalan hertasning, petunjuk Google Maps menjadi saksi bisu ketika Trianto dihadang oleh satnarkoba subdit 2 Polda Sulsel.

Tertangkap dalam kejaran sembari bingung apa yang harus dilakukan hingga jalan landak baru, Trianto terpaksa menyerah saat petugas berhasil menangkapnya. Dalam ketakutan, dia dipaksa kembali ke jalan hertasning untuk mengambil barang bukti narkoba yang dituduh melekat padanya di atas atap seng.

Farid Mamma, S.H., M.H, kuasa hukum Trianto, mempertanyakan integritas barang bukti yang seakan-akan diatur.

"Dilihat dari gambar di HP Trianto, polisi sendiri menunjukkan barang bukti di atas seng. Suatu kecurangan yang tak terbayangkan," ungkap Farid Mamma, sambil menunjukkan bukti chat yang mengungkap keterlibatan jaringan narkoba di dalam lapas, yang memanipulasi istri Trianto untuk menjadi bagian dari permainan gelap mereka.

Di waktu yang berbeda Heriana istri Trianto mengungkapkan, permintaan uang puluhan juta rupiah dari penyidik, sebuah tindakan kejam yang merusak kehidupan keluarganya.

Dalam gelapnya kasus ini, Trianto bukanlah pelaku sejati, melainkan korban tak berdaya dalam teater kelicikan narkoba yang merajalela. Dalam wawancara eksklusif dengan CHANNEL INDEPENDEN POST, rahasia dan penderitaan terkuak, meninggalkan makna keadilan yang terhempas di tengah malam yang gelap dan suram ini. 

EPISODE BARU..!

Dalam waktu dekat, Ditnarkoba Polda Sulsel subdit 2 bersiap memeriksa jaringan narkoba di Lapas yang di sebutkan oleh Trianto. Rabu, 24/01/2024, menjadi tanggal di mana Ajung Komisaris Polisi (AKP) Aris, kanit subdit 2, mengungkapkan rencana tersebut kepada media di ruangan kasubdit 2 ditnarkoba polda sulsel.

Aris menyatakan, "Setelah mendapat surat tugas dari Dirnarkoba Polda Sulsel, kami akan segera memeriksa ke lapas." Pemeriksaan ini ditargetkan terhadap Yudi, yang dipilih oleh Trianto untuk mengambil narkoba di Lapas tersebut.

"Ketika surat tugas sudah ada, kami akan memeriksa seluruh lapas," tambah AKP Aris, memastikan bahwa investigasi akan mencakup seluruh kompleksitas kasus ini.

Penangkapan terhadap Trianto didasarkan pada informasi tentang transaksi narkoba yang melibatkan terduga pelaku. Saat dilakukan penggeledahan, barang bukti ditemukan di sekitar Trianto, meskipun tidak langsung ada pada dirinya.

Aris menjelaskan, "Hasil gelar cukup bukti bahwa Trianto terlibat dalam tindak pidana ini. Meskipun barang bukti tidak langsung pada dirinya, namun ditemukan di sekitaran Trianto, tidak ada orang lain. Bahkan di handphonenya, ada bukti yang mendukung."

Penangkapan ini semakin terperinci dengan bukti petunjuk dari handphone Trianto, yang mengirimkan lokasi via Google Maps kepada Yudi untuk mengambil barang terlarang. Aris menegaskan bahwa Yudi, yang belum diperiksa, akan segera dilibatkan dalam penyelidikan, dan mereka meminta surat tugas untuk memeriksa satu per satu.


(Kin)


Previous Post Next Post